CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 28 Desember 2011

Crazy For Greyson Chance

Menjadi Enchancer itu sebenarnya gak pernah aku pernah pikirkan sebelumnya.
Dulu hidupku biasa-biasa aja, sekarang... Semuanya berubah karena Greyson Chance. Rasanya hidupku lebih berwarna. Waktu itu di twitter sepi, sekarang dipenuhi dengan Enchancers.

Maaf kalau kalian bosan dengan kata-kata ini. Tapi...
Aku sukaaaaaa banget sama Greyson Chance. Aku gak pernah segila ini mengidolakan seseorang dan aku rasa perasaan sebagai fan ini berubah menjadi "Fallin' in love".
Aku gak ngerti sebelumnya, setiap aku ada di depan twitter dan bicara sama Enchancer, aku merasa kalau Greyson itu benar-benar pacarku. Selalu ada disampingku, dan menjawab kalau aku bilang "I Love You".

Aku merasa kayak orang bodoh, yang berharap dengan yang tak mungkin.
Aku menemukan quotes ini di twitter.
Nothing is impossible, the word says it itself "I'm Possible"
Setelah menemukan ini di tumblr, aku merasa kalau aku gak sendiri. Aku juga mengatakan kalau aku tergila-gila sama Greyson di twitter dan banyak Enchancers menjawab kalau mereka juga merasakan hal yang sama. I'm not alone.


Tapi kayaknya sama aja deh, gak berpengaruh sama aku. Mana mungkin aku bisa jadi orang yang paling penting buat Greyson. Secara aku aja gak pernah ketemu sama dia, kalau di mimpi pernah. Aku sering banget mimpi Greyson dan lupa KESELURUHAN mimpi itu ketika bangun. Greyson memang bukan untuk hidupku yang nyata, tapi dia datang ke mimpiku setiap malam.

Aku gak bisa mengalihkan semua kegilaan yang gak bisa dicerna dengan otak ini.
Aku gak bisa pacaran atau apalah itu untuk mengalihkan perhatian, aku aja gak punya first love. Kalau ada, ya pasti Greyson Chance namanya.

But remember...
Greyson pernah bilang gini ke Enchancers

Ini buat aku histeris banget. Greyson may not know my name, but I'm his girlfriend :)

Selasa, 27 Desember 2011

Greyson Love Story: You and Me. Part 2

PART 2

Oh My God, where she have been until she doesn’t know me?, kata laki-laki itu dalam hati.

“I’m Greyson, and you are?”
Sayangnya aku lupa dengan acara yang barusan aku tonton dirumah, “Clara, Clara Evans” kami pun berjabat tangan, layaknya orang pertama berkenalan.

“Nice name Clara!” ucapnya. “Can I ask you something? Have you ever watched TV?” tanya Greyson, untuk meyakinkan bahwa Clara memang tak mengenal dirinya.
“My parents didn’t let me to watch TV, but when they let me I will”
Greyson pun mengangguk, dia sudah mendapatkan jawaban dari apa yang dia inginkan.
“OMG, are you famous?” tanyaku setelah menyadari pertanyaannya.
“Hahaha no I’m not”

This girl is funny Hahaha, pikir Greyson.

Aku diapit oleh dua orang laki-laki di pesawat ini. Disebelah kiri yang dekat dengan jendela, ada Greyson. Dan disebelah kananku, seorang laki-laki dewasa yang tak kukenal. Ternyata laki-laki dewasa itu adalah crewnya Greyson yang habis mengadakan konser di Indonesia. Dan masih banyak lagi Crew Greyson yang tersebar di pesawat ini, mereka tidak langsung duduk berderetan, tetapi terpisah-pisah agar tidak dicurigai oleh penggemar Greyson.

“Where do you live?” tanya Greyson.
“I’m from Indonesia, I will have a scholarship in America as exchange student” jawabku dengan senyum.
“Wow you’re so smart”
“Not really” kataku dan Greyson pun tertawa.

Pesawat ini terus berjalan, melewati benua dan samudra. Indonesia-Amerika membutuhkan waktu perjalanan 12 jam. Tak terasa aku sudah berada di pesawat ini selama 4 jam.
“Hhhh… I feel so sleepy” aku menguap dan segera menutup mulutku.
Greyson yang sedang membaca buku berkata, “Hhh… aku juga”.
“Buku apa yang sedang kamu baca?” tanyaku kepada Greyson.
“Buku pelajaran, untuk mengejar ketertinggalan pelajaran selama aku tidak sekolah” Greyson menutup bukunya dan bersandar ke kursi.

Pesawat ini dingin. Aku tertidur setelah mendengar kata ‘sekolah’ dari mulut Greyson.
“Oh iya, kamu akan sekolah dimana?” tanya Greyson.

Sayangnya, aku sudah tertidur dan tak dapat menjawab pertanyaannya. Yaah…gak ada yang bisa diajak bicara lagi deh, batin Greyson. Ngomong-ngomong dia lucu ya kalau lagi tidur. 

Tiba-tiba kepalaku jatuh dan bersandar dipundak Greyson. Greyson sangat kaget. Crewnya, yang duduk disebelahku bertanya dengan isyarat kepada Greyson apakah aku mengganggu. Greyson mengangkat tangan kirinya dan berkata, “Don’t do that. Its okay for me”

Greyson melihat wajahku lagi dan tersenyum. Dia pun ikut tertidur juga.
Tanpa disadari, seseorang memfoto kami yang sedang tidur.

***

Sudah 7 jam kami berada di pesawat. Seorang pramugari yang berbicara lewat speaker membangunkanku. Aku baru sadar bahwa aku telah tidur di pundaknya Greyson.

“Oh My Godness, I’m sorry” kataku kaget. Membuat Greyson juga ikut terbangun.
Ia menatapku lama, hanya terdiam lalu ia mengeluarkan iPod dari dalam kantongnya. Greyson tidak menjawab permintaan maafku.

“Sebentar lagi kita akan mendarat di Will Rogers World Airport” kata Pramugari itu lewat speaker.
Aku rasa sudah terlalu lama aku tidur. Jadi aku memutuskan untuk mendengarkan music lewat TV yang disediakan oleh pesawat di depan tempat dudukku.

“Bruno Mars… bosen ah udah terlalu sering denger lagunya… Nama Cody Simpson kok gak ada ya? Padahal kata temenku lagunya bagus-bagus”
Aku terus mencari lagu yang pas dan baru, hingga aku melihat nama Greyson Chance dengan judul album Hold On Til The Night. Aku mendengarkan lagu Hold On Til The Night itu beserta videonya.

Sepertinya… aku mengenal orangnya…Yang kulihat di video itu adalah orang yang barusan ku kenal!
“Wait… he is… Greyson? Hold On Til The Night? Music Video?” aku memegang pundak Greyson seketika, dan dia langsung melihatku.
“Are you Greyson Chance? The boy in this video?” tanyaku sambil menunjuk layar TV.
“Wow, cewek ini hebat juga bisa langsung dapat informasi tentang aku. Beritahu gak ya? Kerjain aah~” kata Greyson dalam hati.

Greyson menutup muka dengan jaketnya dan menghadap kearah jendela. “My name is Greyson, but not Greyson Chance. I think you’re wrong”
Aku kaget banget waktu dengar dia ngomong seperti itu, “You can’t lie! I know you are Greyson Chance”
“No I’m not” Greyson masih menutup mukanya. Aku menarik tangan Greyson sehingga ia melepaskan pegangan ke jaketnya.

“What I said? You are Greyson Chance. Just be honest” kataku.
“Well, yeah… I couldn’t lie anymore… I’m Greyson Chance, the boy in that video. So what?”
“You did lie!” aku masih kesal dia telah berbohong tadi.

“Pesawat kita akan mendarat! Jangan berisik!” teriak seseorang disampingku, bodyguardnya Greyson.

Aku dan Greyson terdiam setelah main tebak-tebakan tadi. Pesawat kamiakhirnya mendarat di Will Rogers World Airport, Oklahoma City. Para penumpang ini berdiri dari tempat duduk untuk turun dari pesawat.
Greyson mulai menjalankan aksinya, yaitu menyamar. Meskipun sudah menyamar dia tetap dijaga oleh bodyguard nya. Ia mengucapkan kata terakhirnya, “Goodbye Clara Evans” dan sosoknya hilang dari pandanganku seketika.

Bersambung...

Greyson Love Story: You and Me. Part 1

PART 1


"Pemirsa, mari kita saksikan berita berikut ini. Seorang superstar yang sedang menyaingi Justin Bieber telah melangsungkan konser di gedung SICC petang kemaren. 15.000 fans nya yang disebut Enchancers menonton pertunjukan super megah yang pertama kali di Indonesia. Stasiun TV kami berkesempatan untuk berwawancara dengannya secara pribadi.

R: Hey Greyson
G: Hey (dengan senyum khasnya)
R: Its been so a long time Enchancers in Indonesia wait for you. Now it all happens. How do you feel?
G: I'm feeling so happy to know that you are waiting for me. Dan kebetulan, my tour name is Waiting4U.
R: How do you think about Enchancers Indonesia?
G: You guys so pretty. I love you and thanks for supporting me :)
R: How many days will you stay in Indonesia?
G: 3 days :)
R: whoah... Pemirsa.... Greyson melangsungkan konser di Indonesia hanya 1 hari tapi ia akan berada di Indonesia selama 3 hari! Greyson, Do you want to visit some place in Indonesia?
G: I think yes J
R: And Greyson...do you have a girlfriend?
G: Well, actually..."

"CLICK!"
Pemandangan Wajah Greyson yang ada di TV berubah menjadi gelap hitam. Seseorang menekan tombol 'Off'.
"Maaaa...kok di matiin..."
"Mobil udah siap didepan rumah...angkat koper kamu bagasi mobil" kata Mama.
"Iya.."
"Ingat 5 menit lagi kita berangkat ke bandara. Gak ada waktu untuk lambat-lambat"
Aku mengangguk.

Hey Aku Clara Evans. Aku mendapat beasiswa untuk bersekolah di Oklahoma, Amerika Serikat. Di Snow Junior High School. Hebat banget kan? Ya begitulah..namanya rejeki..hahaha

Mamaku orangnya disiplin dan tepat waktu. Tepat setelah 5 menit, mobil kami langsung meluncur ke bandara internasional.
Sesampainya di bandara
“Dah ma…dah papa..dah adek.. dah semuanya… Assalamualaikum..”
“Walaikumsalam…hati-hati disana…jaga diri ya…”
“Iya ma…”

Aku langsung check-in dan melewati proses panjang hingga masuk ke pesawat internasional untuk ke Oklahoma. Aku melihat lembaran tiket ku.
“CLARA EVANS SIT 8B”

Ok, so aku bakalan duduk di tengah dan orang disampingku bukan mama dan papa seperti biasanya lagi.
Ketika aku sampai dipesawat seorang pramugari menyambutku dengan hangat. Akupun langsung mencari tempat dudukku yang bertempat di kursi kedelapan. 
Terlihat seorang lelaki yang duduk mendekati jendela, lalu aku bertanya 
“Excuse me? Can I sit here?”
“Yes!” jawabnya. Aku pun duduk disampingnya.

Dia menggunakan topi berwarna hitam dan baju berwarna putih. Di telinganya terlihat sebuah handset yang menggantung pertanda ia sedang mendengarkan lagu. Ia sangat menikmati musik itu sehingga badannya menari-nari bersama pop ice yang sedang di minumnya. Tiba-tiba minuman pop ice itu jatuh di lutut ku karena laki-laki  itu terlalu bersemangat dengan tariannya sehingga melupakan minumannya.

“I’m..i’m really sorry..” ucapnya kaget dan segera membuka topinya.
Astaga… gimana cara aku membersihkannya? Kataku dalam hati sambil melihat jeansku yang basah.
“Its okay, I will clean it with myself” Aku pun mengambil tissue kering dan tissue basah yang sudah tersedia di tas tentengku dan melihat wajah laki-laki itu.

Rasanya mukanya sangat familiar, “Umm… Feel like I’ve ever saw you…?”
Dia mengernyitkan dahi dan berkata, “You don’t know me?” tanyanya.
“Yes I do?”
Oh My God, where she have been until she doesn’t know me?, kata laki-laki itu dalam hati.


Bersambung...

Senin, 26 Desember 2011

Menjadi Enchancers Itu Pilihan

Kenapa aku memilih Greyson itu perlu dipertanyakan. Padahal banyak artis lain yang lebih hebat dan lebih diakui seperti Justin Bieber atau Lady Gaga, mereka mempunyai lebih banyak fans dan followers di twitter.

Tapi, aku tetap memilih Greyson dan menjadi Enchancers.

Aku ingin mendukungnya dari awal. Sejak dia tampil di Ellen, sampai mempunyai album seperti sekarang ini.

Menyukai dan mendukung itu berbeda.
Bukan Enchancers namanya kalau hanya suka pada lagunya. Enchancers itu kalau menyukai dirinya.
Enchancers selalu ada untuk Greyson, di saat sedih maupun senang. Real Enchancers itu tidak diukur dari seberapa tau tentang Greyson Fact, tapi seberapa kamu bersedia terus mendukung Greyson.

Sabtu, 24 Desember 2011

Greyson Made My Year

Gak kerasa ya, sudah 1 bulan setelah Greyson ke Indonesia. Ini sudah akhir bulan Desember dan juga akhir tahun. Seneng banget sudah melewati hari-hari sama Greyson meskipun cuma di twitter.
Yang paling bikin excited tahun ini:
  • Greyson merilis album Hold On Til The Night bulan Agustus
  • Dia ke Indonesia selama 3 hari. Yang membuatku senang itu adalah kita SE-OKSIGEN.
  • Video Hold On Til The Night yang ada di Youtube bulan ini!
  • Nampil di Raising Hope dua episode. Aku paling suka pas bagian yang ini. Greyson lucu banget, dia punya bakat akting ya.
  •  Potong rambut yang sumpah keren banget!
Kayaknya Greyson juga pengen buka lembaran baru di tahun 2012, sama kayak kita. Dia potong rambut di akhir tahun. Katanya sudah kepanjangan, makanya dipotong. Tapi aku rasa kalau sudah panjang dan disisir kebawah, rambutnya akan kembali kayak biasa kok. Hehehe. Jadi jangan khawatir yang rindu dengan rambut lamanya.

Tahun depan Greyson bakal balik ke Asia lagi. Belum ada kepastiannya kapan, mudahan ke Indonesia ya! Tapi datangnya jangan waktu lagi UAN. Kan kasian yang siswa akhir, kita juga nabung dulu buat beli tiket konsernya. Jadi datangnya pas liburan semester aja ya!