PART 2
Oh My God, where she have been until she doesn’t know me?, kata laki-laki itu dalam hati.
“I’m Greyson, and you are?”
Sayangnya aku lupa dengan acara yang barusan aku tonton dirumah, “Clara, Clara Evans” kami pun berjabat tangan, layaknya orang pertama berkenalan.
“Nice name Clara!” ucapnya. “Can I ask you something? Have you ever watched TV?” tanya Greyson, untuk meyakinkan bahwa Clara memang tak mengenal dirinya.
“My parents didn’t let me to watch TV, but when they let me I will”
Greyson pun mengangguk, dia sudah mendapatkan jawaban dari apa yang dia inginkan.
“OMG, are you famous?” tanyaku setelah menyadari pertanyaannya.
“Hahaha no I’m not”
This girl is funny Hahaha, pikir Greyson.
Aku diapit oleh dua orang laki-laki di pesawat ini. Disebelah kiri yang dekat dengan jendela, ada Greyson. Dan disebelah kananku, seorang laki-laki dewasa yang tak kukenal. Ternyata laki-laki dewasa itu adalah crewnya Greyson yang habis mengadakan konser di Indonesia. Dan masih banyak lagi Crew Greyson yang tersebar di pesawat ini, mereka tidak langsung duduk berderetan, tetapi terpisah-pisah agar tidak dicurigai oleh penggemar Greyson.
“Where do you live?” tanya Greyson.
“I’m from Indonesia, I will have a scholarship in America as exchange student” jawabku dengan senyum.
“Wow you’re so smart”
“Not really” kataku dan Greyson pun tertawa.
Pesawat ini terus berjalan, melewati benua dan samudra. Indonesia-Amerika membutuhkan waktu perjalanan 12 jam. Tak terasa aku sudah berada di pesawat ini selama 4 jam.
“Hhhh… I feel so sleepy” aku menguap dan segera menutup mulutku.
Greyson yang sedang membaca buku berkata, “Hhh… aku juga”.
“Buku apa yang sedang kamu baca?” tanyaku kepada Greyson.
“Buku pelajaran, untuk mengejar ketertinggalan pelajaran selama aku tidak sekolah” Greyson menutup bukunya dan bersandar ke kursi.
Pesawat ini dingin. Aku tertidur setelah mendengar kata ‘sekolah’ dari mulut Greyson.
“Oh iya, kamu akan sekolah dimana?” tanya Greyson.
Sayangnya, aku sudah tertidur dan tak dapat menjawab pertanyaannya. Yaah…gak ada yang bisa diajak bicara lagi deh, batin Greyson. Ngomong-ngomong dia lucu ya kalau lagi tidur.
Tiba-tiba kepalaku jatuh dan bersandar dipundak Greyson. Greyson sangat kaget. Crewnya, yang duduk disebelahku bertanya dengan isyarat kepada Greyson apakah aku mengganggu. Greyson mengangkat tangan kirinya dan berkata, “Don’t do that. Its okay for me”
Greyson melihat wajahku lagi dan tersenyum. Dia pun ikut tertidur juga.
Tanpa disadari, seseorang memfoto kami yang sedang tidur.
***
Sudah 7 jam kami berada di pesawat. Seorang pramugari yang berbicara lewat speaker membangunkanku. Aku baru sadar bahwa aku telah tidur di pundaknya Greyson.
“Oh My Godness, I’m sorry” kataku kaget. Membuat Greyson juga ikut terbangun.
Ia menatapku lama, hanya terdiam lalu ia mengeluarkan iPod dari dalam kantongnya. Greyson tidak menjawab permintaan maafku.
“Sebentar lagi kita akan mendarat di Will Rogers World Airport” kata Pramugari itu lewat speaker.
Aku rasa sudah terlalu lama aku tidur. Jadi aku memutuskan untuk mendengarkan music lewat TV yang disediakan oleh pesawat di depan tempat dudukku.
“Bruno Mars… bosen ah udah terlalu sering denger lagunya… Nama Cody Simpson kok gak ada ya? Padahal kata temenku lagunya bagus-bagus”
Aku terus mencari lagu yang pas dan baru, hingga aku melihat nama Greyson Chance dengan judul album Hold On Til The Night. Aku mendengarkan lagu Hold On Til The Night itu beserta videonya.
Sepertinya… aku mengenal orangnya…Yang kulihat di video itu adalah orang yang barusan ku kenal!
“Wait… he is… Greyson? Hold On Til The Night? Music Video?” aku memegang pundak Greyson seketika, dan dia langsung melihatku.
“Are you Greyson Chance? The boy in this video?” tanyaku sambil menunjuk layar TV.
“Wow, cewek ini hebat juga bisa langsung dapat informasi tentang aku. Beritahu gak ya? Kerjain aah~” kata Greyson dalam hati.
Greyson menutup muka dengan jaketnya dan menghadap kearah jendela. “My name is Greyson, but not Greyson Chance. I think you’re wrong”
Aku kaget banget waktu dengar dia ngomong seperti itu, “You can’t lie! I know you are Greyson Chance”
“No I’m not” Greyson masih menutup mukanya. Aku menarik tangan Greyson sehingga ia melepaskan pegangan ke jaketnya.
“What I said? You are Greyson Chance. Just be honest” kataku.
“Well, yeah… I couldn’t lie anymore… I’m Greyson Chance, the boy in that video. So what?”
“You did lie!” aku masih kesal dia telah berbohong tadi.
“Pesawat kita akan mendarat! Jangan berisik!” teriak seseorang disampingku, bodyguardnya Greyson.
Aku dan Greyson terdiam setelah main tebak-tebakan tadi. Pesawat kamiakhirnya mendarat di Will Rogers World Airport, Oklahoma City. Para penumpang ini berdiri dari tempat duduk untuk turun dari pesawat.
Greyson mulai menjalankan aksinya, yaitu menyamar. Meskipun sudah menyamar dia tetap dijaga oleh bodyguard nya. Ia mengucapkan kata terakhirnya, “Goodbye Clara Evans” dan sosoknya hilang dari pandanganku seketika.
Bersambung...